Senin, 27 Januari 2014

KONEKSI

KONEKSI




Mungkin kata koneksi itu sering kali kita dengar, terlebih di dalam dunia maya.. orang bisa saling mengenal satu sama lainnya apabila koneksinya lancar.. tapi apabila koneksinya tidak lancar, apakah itu di karenakan jaringannya yang sedang bermasalah, atau memang sama sekali tidak ada jaringannya maka koneksinya akan terputus. nah ketika kondisi seperti itu terkadang membuat kita marah, kesal, atau mungkin anda langsung tinggalkan pergi.

Mungkin analogi itu sangat tepat untuk menggambarkan kehidupan kita saat ini. kehidupan yang penuh dengan tantangan, tekanan. siapa di antara kita yang tidak pernah mengalami tantangan, tekanan ataupun cobaan?.. tentu di antara kita pernah merasakannya..

Dan ketika kondisi itu terjadi apa yang biasanya terpikir oleh kita? tentunya kita berharap ada yang memberikan pertolongannya kepada kita. betul??? nah semua itu pasti ada jawabannya ketika koneksi kita dengan pemilik kehidupan kita yaitu Allah.. 

Bila koneksi kita dengan Allah baik maka kehidupan kita pun pasti baik, tapi bila koneksi kita dengan Allah tidak baik maka pasti akan banyak masalah yang tidak kita sangka,  dan ketika masalah itu menghampiri kita akan membuat menghambat produktivitas kita. ini  di karenakan koneksi kita dengan Tuhan kita sedang mengalami gangguan. Bahkan ada di antaranya mencari jalan yang tidak benar, sehingga membuat masalah itu menjadi semakin rumit.
 
Untuk itu perlu kiranya kita memeriksa konektivitas kita dengan Tuhan kita, apakah masih baik? bila masih baik apakah kualitasnya juga baik? bisa jadi kita merasa konektivitasnya baik padahal tidak berkualitas. Mungkin kita bisa bisa mengecek apakah ibadah sholat kita itu baik? atau mungkin hanya sekedar melaksanakan sebuah ritual rutin yang tidak membekas di dalam hati. bila ini yang terjadi maka sudah bisa di pastikan konektivitas kita dengan Tuhan kita sedang bermasalah, dan tentunya bila ini di biarkan maka hidup kita pasti akan mengalami gangguan.. maka perbaikilah hubungan kita denga Tuhan kita yaitu Allah. Agar kita senantiasa                          "TERKONEKSI" denganNYA.
Semoga Bermanfaat..

Rabu, 18 Desember 2013

DAHLAN ISKAN BERI KULIAH UMUM ESQ BUSINESS SCHOOL

Dahlan Iskan Beri Kuliah Umum ESQ Business School

Fokus adalah syarat utama menjadi pengusaha yang sukses. Hal tersebut disampaikan Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara), Dahlan Iskan saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa ESQ Business School (ESQ-BS) pada Selasa (10/12/2013) pagi di Menara 165, Cilandak, Jakarta.
“Jika ingin menjadi pengusaha, syaratnya adalah fokus. Jangan melihat saya sekarang menjadi menteri, tapi coba lihat saya 10 tahun pertama di bidang bisnis. Ketika menjadi pengusaha, saya bertauhid dan berpikir bagaimana bisnis ini jalan dan menyelesaikan masalah,” ucap Dahlan.
Sebelum menjadi pejabat negara, mantan bos Jawa Pos ini terjun menjadi pengusaha yang sukses dan telah memiliki ratusan perusahaan. "Kalau Anda belum bermimpi tentang bisnis Anda, berarti Anda belum fokus. Jika Anda sudah bermimpi tapi belum sukses, maka Anda harus mengigau dan mengigau itu tentang bisnis Anda,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini memanggil siapa saja mahasiswa ESQ-BS yang sudah mulai berniaga. Di luar dugaan, ternyata sekitar 90 persen mahasiswa sudah terjun dalam dunia bisnis meski itu masih dalam skala kecil. Bekas Dirut PLN ini pun memberi apreasiasi kepada ESQ-BS.
“Mahasiswanya (ESQ-BS) good, antusias sekali. Terutama mahasiswanya sudah banyak yang mencoba bisnis sendiri, saya selalu mengetes itu karena saya selalu ingin tahu minat berbisnis itu seberapa tumbuh di kampus. Kalau semua lulus ingin menjadi pegawai lapangannya (pekerjaan) tidak cukup,” terang Dahlan kepada ESQ News.
Selain itu, Dahlan juga bangga dengan metode pendidikan di ESQ Business School yang mensinergikan antara kecerdasan IQ, EQ, dan SQ sehingga diharapkan akan lahir SDM yang berkarakter. “Itu top, top, dan top. Karena kekurangan kita di integrity dan ESQ menjadikan integrity nomor satu. Pokoknya toplah itu,” ungkapnya.

Senin, 13 Mei 2013


Mau Umroh? Awas Salah Pilih Penyelenggara

ESQ NEWS
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Anggito Abimanyu dan Syafii Antonio mendatangi booth ESQ Tours & Travel saat Garuda Indonesia Internasional Islamic Expo (GAIIE) 2012.
Pintar-pintarlah memilih. Slogan ini bukan hanya bagi Anda yang ingin berbelanja di pasar, namun juga berlaku saat Anda memilih penyelenggara haji atau umroh. Pasalnya jika kita salah memilih, bukan ke khusuyukan yang di dapat malah masalah yang ada.
Salah memilih penyelenggara, ratusan jemaah umroh terpaksa harus terlantar di berbagai tempat. Tercatat 841 orang terlantar ketika melaksanakan ibadah, peristiwa jemaah yang ditelantarkan tersebut mulai terjadi sejak awal Februari 2013.
Di Surabaya, sebanyak 500 orang jemaah terlantara karena adanya perubahan jadwal penerbangan. Kemudian sebanyak 98 orang jemaah terlantar di Kuala Lumpur dengan penyelenggara yang berdomisili di Jakarta, penyebabnya jadwal keberangkatan tidak pasti dan mendapat akomodasi tak layak di Saudi.
Cerita naas juga harus dialami 49 orang jemaah yang harus terlantar di Arab Saudi karena belum memiliki tiket pulang dan 194 jamaah asal Gorontalo, Sulawesi Utara harus luntang-lantung di Jakarta karena ditelantarkan penyelengaranya.
“Umumnya yang menelantarkan jemaah umrah tersebut adalah para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang tidak memiliki izin,” kata Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Ahmad Kartono, di Jakarta, Senin (4/3/2013).
Atas kejadian tersebut, Kemenag telah memanggil penyelenggara umroh yang tak memiliki izin untuk dimintai pertanggungjawabannya. Pihak Kemenag pun telah melakukan koordinasi dengan perwakilan luar negeri dan aparat penegak hukum.

"Mereka jelas-jelas melanggar UU No.13 tahun 2008 tentang penyelenggaraan ibadah haji dan umrah," kata Kartono.
Oleh karena itu, ada baiknya bagi Anda yang ingin beribadah umroh memilah terlebih dahulu memilah penyelenggara sebelum memutuskan untuk berangkat. Anda juga bisa bertanya kepada saudara atau kerabat mana penyelenggara umroh yang terpercaya dan mumpuni dalam bidangnya.
(ant/jo)

Selasa, 03 Januari 2012

Wawancara Eksklusif Awal Tahun 2012 dengan DR HC Ary Ginanjar Agustian

Wawancara Eksklusif Awal Tahun 2012 dengan DR HC Ary Ginanjar Agustian

ary ginanjar 0823-7345-165
Ary Ginanjar Agustian Motivator Indonesia Sebelas tahun menebar benih inspirasi tentang pentingnya pendidikan karakter individu, kini telah banyak yang tercerahkan. Ke depan, langkah terus diayunkan merambah ranah lebih luas membangun kultur atau budaya organisasi, harapannya kelak dapat berkontribusi pada pembangunan moral bangsa.

Bagaimana perjalanan ESQ selama 11 tahun berdiri?
Secara eksternal selama 11 ta­hun ini kami melakukan sosiali­sasasi dan memberi inspirasi akan arti penting karakter melalui penggabungan tiga kecerdasan yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual yang selama ini dipisahkan dan ditinggalkan. Saya bersyukur pada Allah sudah semakin banyak lembaga pemerintahan, swasta, bahkan perguruan tinggi yang menyadari akan arti penting karakter melalui penggabungan tiga kecerdasan ini. Saya bersyukur melihat kesadaran masyarakat akan arti penting pendidikan ka­rakter sudah makin meningkat dari waktu ke waktu. Harapan saya pendidikan karakter bukan hanya wacana yang berhenti pada seminar dan bahan pidato, tapi harus menjadi aksi kongkrit yang komprehensif untuk pembangunan karakter Indonesia jangka panjang dan secara terprogram.
Secara internal ESQ adalah lembaga independen yang  memi­liki 500 orang karyawan yang terdiri dari  trainer dan staf. Sebagai lembaga mandiri, ESQ tidak pernah mendapat bantuan dari lembaga manapun. Tentu untuk melaksa­nakan misi dan mempertahankan ESQ selama 11 tahun bukanlah hal yang mudah. Alhamdulillah kami telah melaluinya.

Bagaimana program ESQ di masa yang akan datang?
Selama sepuluh tahun pertama yang kami lakukan adalah pembangunan individu atau yang disebut dengan personal transformation yang saat ini sudah menghasilkan 1,2 juta orang. Sepuluh tahun ke depan yang kami lakukan bukan hanya membangun karakter individu, tetapi juga karakter atau budaya perusahaan dan organisasi. Kumpulan karakter individu ini akan membentuk budaya perusahaan atau corporate culture. Oleh karena itu sejak bulan Mei 2011 kami mendirikan lembaga baru yaitu ACT (Accelerated Corporate Transformation) Consulting yang dikelola oleh para pakar di bidang korporasi dan organisasi. ACT Consulting membantu lembaga atau perusahaan seperti Proton, Pertamina, JNE dan lain-lain dalam melakukan perubahan kultur organisasi, karena ada disiplin ilmu tersendiri untuk melakukan hal tersebut. Membangun individu saja tidak cukup, jadi urutan pembangunan karakter ini, pertama, membangun individu; kedua, kultur atau budaya organisasi; dan ketiga, membangun bangsa.

Mengapa transformasi budaya penting dilakukan?
Saat masyarakat masih meng­andalkan sektor pertanian, yang menjadi keunggulan adalah jumlah dan kekuatan manusia serta sumber daya alam. Namun ketika industrialisasi besar-besaran terjadi, keunggulan sebuah perusahaan ditentukan oleh kualitas barang yang diproduksi. Pada era informasi, kemampuan manusia dalam menggunakan pikiran untuk mengolah data dan menghasilkan ide yang menjadi penentu kesuksesan, seperti yang dilakukan oleh IBM. Belakangan ini, sejak kehancuran ekonomi dunia Barat yang disebabkan berbagai pelanggaran moral dan etika, kita mulai mengenal adanya Era Kesadaran (Consciousness Age). Korporasi tidak bisa lagi hanya mengandalkan kekuatan intelektual, namun menyadari pentingnya modal budaya (Cultural Capital).

Sejauh apa pentingnya transformasi budaya?
Banyak riset yang membuktikan pentingnya budaya korporasi. Salah satu penelitian membuktikan bahwa perusahaan yang memiliki budaya yang kuat, mampu menghasilkan revenue 4 kali lebih tinggi, nilai saham meningkat 12 kali lebih tinggi serta keuntungan bersih lebih dari 700% jika diban­dingkan korporasi dengan budaya yang lemah. Sedangkan bu­daya perusahaan yang lemah menimbulkan kerugian. Penelitian membuktikan bahwa dalam jangka waktu tiga tahun saja mengalami penurunan nilai aset sebesar 80% dan turn over kar­yawan hingga 50%. Di Indonesia banyak lembaga pemerintah maupun korporasi yang kinerjanya belum berhasil karena belum membangun kulturnya.

Bagaimana kita mengetahui perubahan se­telah dilakukan transformasi budaya organisasi?
Perubahan itu harus terukur dan sebenarnya bisa diukur. Oleh karena itu ACT Consulting sudah mendapatkan akreditasi sebagai CTT (Culture Transformation Tools) Certified Consultant dari Barrett Values Center International. Barrett Values Center International adalah lembaga internasional di bidang Corporate Culture Assessment yang berpusat di AS dan sudah melakukan pengukuran budaya lebih dari 3.000 organisasi di 50 negara. Barrett Values Center International memiliki alat pengukuran budaya organisasi, leadership, termasuk untuk mengukur budaya suatu bangsa. Dengan sertifikasi tersebut, ACT Consulting yang merupakan anak perusahaan ESQ telah memenuhi standar dan kualifikasi untuk menggunakan CTT dari mulai dari melakukan assessment, interpretasi terhadap hasil assessment hingga merancang roadmap culture transformation sesuai dengan hasil assessment.

Beberapa bulan lalu ESQ meremikan Menara 165, apa tujuannya?
Pertama, saya berharap Menara 165 ini menjadi simbol kebangkitan karakter bangsa dengan menggabungkan 3 kekuatan intelektual, emosi, dan spiritual. Tentu saja perlu hitungan secara  teknik sipil, arstitektur, juga finansial. Kedua, secara emosional, ini merupakan simbol keinginan kita membangkitkan moral yang terpuruk. Ketiga, menjadi lambang bangkitnya spiritualitas, karena di lantai teratas terdapat mushola tertinggi di Indonesia yang bertuliskan Allah di puncaknya. Tiga kekuatan dan tiga kecerdasan terpisah harus disatukan kembali. Menara 165 adalah bukti perwujudan dari penggabungan tiga kecerdasan tersebut, yaitu kecerdasan intelektual, emosi dan spiritual. Mendirikan Menara 165 adalah tugas dan amanah berat dari para alumni ESQ.

Selama ini, ESQ harus tetap mandiri dan independen, sehingga tidak ditopang oleh lembaga manapun atau pengusaha siapapun, tetapi didukung oleh para alumni ESQ yang peduli melalui saham dan wakaf. Semoga semangat dan upaya membangun moral bangsa ini tetap terjaga melalui Menara 165 sebagai warisan untuk generasi mendatang.

Bagaimana dengan rencana pendirian perguruan tinggi?
Di Singapura, jumlah entrepreneur atau pengusaha ada sekitar 7,2 persen, di Amerika sudah 11,5 persen, sedangkan di Indonesia hanya ada 0,18 persen, 1 persen pun belum. Oleh karena itu kami ingin mendirikan sekolah tinggi bisnis untuk menghasilkan sarjana dan ahli wiraswasta yang berkarakter dan yang bernurani, tapi juga bertakwa. Selama ini kebanyakan perguruan tinggi dan universitas lebih mengutamakan intelektual. Padahal keberhasilan lebih banyak ditentukan oleh karakter bukan intelektual. Mudah-mudahan mereka akan menjadi agent of change pasca 2020. School of Bussiness and Management ESQ saat ini bekerjasama dengan salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, yaitu ITB.

Apa saja kegiatan Anda selama satu tahun lalu?
Saya berkeliling ke berbagai provinsi di Indonesia untuk menyosialisasikan 7 Budi Utama sebagai karakter bangsa, salah satunya melalui kegiatan jalan sehat yang melibatkan masyarakat luas. Saya pergi ke Medan, Riau, Palembang, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Makassar, dan tempat lainnya. Antusiasme mereka cukup besar, saat saya ke Riau di sana ada 50 ribu, di Palembang ada 30 ribu. Dengan kegiatan ini semoga cita-cita Indonesia Emas 2020 yaitu bangsa Indonesia yang bermartabat menjunjung tinggi: Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerjasama, Adil dan Peduli akan terwujud.

Apakah kegiatan tersebut ber­kaitan dengan agenda tertentu?
Ary Ginanjar Mengatakan "Alhamdulillah selama 11 tahun berjalan ini kami  tidak terikat pada partai politik manapun, sehingga ESQ sangat mandiri dan bebas. Saya pribadi tidak memiliki ambisi politik. Ini adalah cara saya mengabdi pada Sang Pencipta, negara dan bangsa".

Apakah Anda tidak merasa lelah dengan jadwal yang sangat padat?
Secara fisik saya lelah dengan kegiatan ini, akan tapi saya selalu ingat pesan Nabi bahwa pergunakan sehatmu sebelum datang sakitmu, pergunakan kayamu sebelum datang miskinmu, pergunakan lapangmu sebelum datang sempitmu, pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu, pergunakan hidupmu sebelum datang matimu. Saya ingin memanfaatkan hidup saya sebelum mati untuk agama dan bangsa.

Apa rahasia sukses ESQ?
Kami mencoba mempraktikkan ilmu 165. Ada 5 langkah aksi yaitu pertama, memiliki visi yang jelas dan misi memberi manfaat bagi masyarakat. Kedua, membangun karakter. Ketiga, memiliki kemampuan self manage dan self control. Keempat, selalu melakukan kolabo­rasi, dan kelima, adalah aksi total.
Lima langkah itu saya peroleh dari makna syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji secara universal yang selama ini hanya dipahami ritualnya saja, padahal Nabi mengatakan, “Tidak diturunkan aku kecuali untuk memperbaiki akhlak.” Selain itu, sesungguhnya pembangunan Menara 165 mungkin bisa dijadikan bukti bahwa ESQ Way 165 ini adalah sebuah metode yang sangat efektif untuk membangun karakter unggul dengan menggabungkan 3 potensi manusia yaitu IQ, EQ, SQ, bahkan bisa dilihat hasil kinerjanya. Di samping itu kami juga mencoba mempraktekkan apa yang kami ajarkan dan mengajarkan apa yang coba kami praktekkan. Jadi bukan walk the talk, tapi talk the walk. Insya Allah.

Apa kesan dan harapan di tahun 2012?
Pada akhir tahun 2011, Menteri Pertahanan Malaysia Dato Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi bersama istri dan tiga anaknya datang dari Malaysia ke Menara 165 khusus untuk mengikuti training ESQ. Dato Zahid Hamidi berjanji akan memberikan training ESQ bagi 500 ribu rakyat Malaysia. Pada saat yang hampir bersamaan, ESQ juga dipercaya perusahaan otomotif kelas dunia dari Malaysia, Proton, untuk pembangunan corporate culture-nya. Ary Ginanjar mengatakan "Sebagai putra bangsa Indonesia, saya berharap suatu saat metode ESQ yang sudah saya dalami selama 11 tahun ini dimanfaatkan secara luas dan kompresif untuk membangun karakter individu, budaya organisasi, dan karakter bangsa Indonesia. Semoga Allah menerima dan meridhai kontribusi kecil ESQ ini untuk bangsa Indonesia yang kami cintai sebagai ladang amal shaleh di akhirat kelak.•

Minggu, 25 Desember 2011

esq training

Universitas Sriwijaya Bangun Karakter 1.000 Mahasiswa


ESQ Sumsel
Suasana In House Training ESQ Character Building I Universitas Sriwijaya Angkatan Pertama
ESQ Leadership Center telah mendapat kepercayaan banyak kalangan dalam membina sumber daya manusia (SDM). Tidak heran jika banyak universitas negeri dan swasta di Indonesia mengandeng ESQ untuk membina karakter mahasiswa, seperti halnya yang dilakukan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang.
Pembantu Rektor III Universitas Sriwijaya, DR. Ir Anis Sagaf, mengatakan saat memberikan sambutan pada penutupan In House Training ESQ Character Building I di Auditorium Unsri, Indralaya, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (8/12) bahwa training ESQ sangat bagus untuk pembentukan karakter mahasiswa Universitas Sriwijaya.
Di hadapan 1.000 peserta, Anis menyatakan komitmennya untuk kembali menyelenggarakan training ESQ pada tahun depan, saat penerimaan mahasiswa baru yang berjumlah sekitar 4.000 orang.
Dari 1.000 peserta, 800 di antaranya merupakan mahasiswa Bidik Misi, yaitu mahasiswa berprestasi namun kurang mampu yang mendapatkan beasiswa selama kuliah di Unsri. Jadi, training ini merupakan hadiah bagi mereka.
“Membangun karakter tidak bisa sebentar dan harus terus dilakukan terus menerus. Untuk itu, Universitas Sriwijaya akan memprogramkan training ini juga untuk para dosen dan staf yang ada di lingkungan Universitas Sriwijaya,” tegasnya.
Kegiatan yang dimulai pada Rabu (7/12) dibuka oleh Kepala BAAK Universitas Sriwijaya Cik Zen. Training angkatan pertama ini dipandu oleh Andry Fallash dan M Romadhoni. Peserta diajak untuk mencari dan memahami makna untuk apa sesungguhnya menuntut ilmu.
”Selama ini, saya kuliah hanya sebatas melaksanakan kewajiban bahkan terkadang kemalasan dan keterpaksaan sering saya alami ketika mau kuliah. Tapi setelah training ini, saya akan berjanji untuk kuliah lebih semangat dan lebih baik lagi, karena kini saya telah mengerti untuk apa saya kuliah, kini saya sudah mengerti arti sebuah makna dalam kehidupan ini,” ucap Diski, salah seorang peserta dari Fakultas Teknik.
Hal senada disampaikan Sharifa. Mahasiswi Fakultas Ekonomi itu mengungkapkan rasa senangnya bisa mengikuti training ini, karena selama ini ia seperti merasa tidak punya makna dalam kuliah, bahkan tak jarang kebosanan menghinggapi hatinya.
“Setelah mengikuti training ESQ, saya mendapatkan makna yang mendalam tentang kehidupan. Terima kasih ESQ, terima kasih Allah,” terangnya.
Dalam penyampaian materi, Fallash menyebutkan bahwa semangat yang terdapat dalam logo Unsri yaitu bunga seruni yang berada di dalam bunga melati dan terdapat cahaya, selaras dengan ESQ Model.
Adapun makna logo tersebut adalah Unsri sebagai milik bangsa Indonesia yang berfalsafah Pancasila selalu dengan penuh daya dan dinamika meningkatkan ilmu pengetahuan, guna memerangi ketidaktahuan yang merupakan penghalang bagi masyarakat bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur serta dalam ridha Tuhan Yang Maha Esa.
Setidaknya selama tiga tahun, kehadiran ESQ sudah ditunggu-tunggu di Universitas Sriwijaya. Atas dukungan banyak pihak, khususnya PT Bukit Asam, akhirnya ESQ bisa hadir di universitas negeri yang berdiri sejak 20 Oktober 1960 tersebut. Ditambah lagi dengan semangat para panitia yang merupakan alumni ESQ yang saat ini masih kuliah di Unsri. “Kami terharu melihat peserta begitu bahagia dan tak sedikit dari panitia yang meneteskan air mata,” ujar Ferri salah seorang panitia.
Universitas Sriwijaya akan terus menanamkan karakter dan berharap kampus-kampus di Indonesia, khususnya Sumatera Selatan, juga memperhatikan akan pentingnya pendidikan karakter dalam membangun bangsa ini. Hal itu di mulai dari para mahasiswa, karena mereka adalah generasi emas penerus bangsa. Semoga ini menjadi ciri kebangkitan Bangsa Indonesia dalam hal pembangunan karakter bangsa. (dhoni/jo/sa)

Follow by Email